Mobil Bagi Orang Mesir

>> Agustus 24, 2011

Tingkat kesejahteraan seseorang di Indonesia bisa dilihat dari rumah dan mobil. yang punya mobil kebanyakan adalah orang kaya karna mobil dikategorikan sebagai kebutuhan tersier. Tapi di mesir kebalikannya, yang punya rumah yang kaya.

Maksud rumah disini adalah bukan flat/apartemen tapi benar benar seperti rumah di Indonesia, satu tanah satu rumah, kalau rumah harganya super duper muahal. Umumnya rumah di mesir berbentuk flat yang bentuk dan ukurannya sama sehingga sulit menentukan apakah orang ini termasuk orang kaya atau biasa. Cara yang paling mudah mengetahuinya yaitu dengan melihat jenis mobil. Duktur Hamid, tetangga depan flat, mobilnya mercedes benz seri e 250. Mobil dinas pak duta besar RI.

Lain lagi dengan tetangga bawahnya saya, merek mobilnya lada. Saya sendiri seumur umur baru tahu kalau ternyata ada merek mobil lada kirain bumbu masak. Kondisi mobilnya tidak terlalu bagus tapi cukup untuk melindungi ketika musim panas agar tidak meleleh dan musim dingin untuk tidak membeku. Itu sebabnya sepeda motor kurang populer disini.

Setiap kali jalan jalan mata saya selalu berbinar binar melihat mobil yang belum pernah saya lihat di negara sendiri. Aneka merek mobil asing telah menjajah negeri fir’aun ini seperti Audi, Porche, BMW, Merchedez benz, Toyota, Mazda, Honda, Hyundai, KIA dan masih banyak lagi, bahkan Proton malaysia juga sudah sampai sini lho. hebat juga ya.

Berkaitan dengan selera, mayoritas masyarakat disini suka mobil sedan. sejauh mata memandang di jalan atau parkir terlihat mobil sedan semua. Saya tidak tahu apakah kebijakan pajak mobil berbeda dengan di indonesia? tapi tentu berkaitan dengan program pemerintah mengendalikan jumlah penduduk. Salah satu buktinya adalah kebanyakan flat disini terdiri dari 3 kamar tidur dengan kata lain anaknya tidak lebih dari 3 sehingga Mobil yang ideal untuk 5 orang ya mobil sedan.


Diam diam saya mulai tertarik mobil sedan. Dari sekian banyak merek mobil yang pernah saya lihat, saya ngefans sekali sengan mobil Hyundai seri elantra 2011. Modelnya itu lho elegan dan beda banget dengan yang lain, mengalahkan model merek terkenal seperti BMW atau Merchedes Benz. Memang betul kata eyang habibie bahwa Zaman sekarang ini yang dibutuhkan adalah produktifitas dan kreatifitas.

Ehm ini gara gara kebanyakan main Need For Speed…
More...

Read more...

Berbahasa Arablah !!

>> Agustus 22, 2011

Seperti biasa selama bulan ramadhan, saya selalu berbuka di masjid terdekat. Maklum mahasiswa perantauan lagipula khusus bulan suci ini makanan yang disediakan disana enak dan lezat yaitu nasi ayam hadramaut.

Sampai disana saya bertemu dengan teman saya, kita pun ngobrol kesana kemari. Di tengah pembicaraan kita, tiba tiba ada pemuda mesir menegur saya. dia menyuruh saya berbicara bahasa arab. Saya terseyum lalu menjawab. apakah wajib kita berbicara dengan teman senegara dengan bahasa arab? dia jawab ya, karena kalian berada di mesir.

Saya semakin bersemangat berdiskusi dengannya setelah mengetahui bahwa dia adalah mahasiswa universitas Ain Syam. Saya mulai dengan pernyataan tidak ada manfaat yang kamu peroleh dari mengetahui pembicaraan kita, saya tidak menghina anda, tidak juga menghina negara anda. mengapa anda za'lan [sewot]?, dia tetap beralasan seperti tadi, kamu berada di mesir maka kamu harus bicara dengan bahasa arab.

Ehm orang ini kayak fir'aun yang harus ditaklukannya, Oke, saya mulai jurus pertama dengan pertanyaan "Kalau anda bicara dengan teman anda, apakah anda bicara dengan bahasa arab?" dia menjawab akid [jelas]. lalu saya sanggah "tapi bahasa arab anda bukan seperti bahasa arab yang kita pelajari, bahasa arab anda amiyah. lalu apa bedanya anda bicara dengan teman anda menggunakan bahasa amiyah yang tidak kita pahami dan kita bicara dengan bahasa indonesia yang tidak anda pahami?." disini dia tidak menjawab dan kelihatan mulai terpojok, tapi sebelum dia komentar saya hantam pakai jurus kedua

"Anda pernah berkujung ke luxor [kota wisata terkenal di mesir selain piramid]? disana para turist berbicara dengan bahasa inggris dan tidak ada yang melarang karena itu bahasa mereka, bahkan mursid [guide] dari orang mesir juga berbahasa inggris. sekali lagi orang mesir berbahasa inggris dengan turist di negara sendiri? aneh bukan. Teman, kita masih mending mengajak bicara anda dengan bahasa arab bukan bahasa inggris atau bahasa indonesia."

Dan jurus terakhir. saya tunjukkan padanya buku bahasa indonesia yang saya bawa. saya tanya, "jika saya ingin menerangkan isi buku ini kepada masyarakat indonesia, apakah saya harus menggunakan bahasa arab?" dia jawab "tidak". nah oleh sebab itu saya membiasakan berbahasa indonesia agar tidak lupa dengan bahasa sendiri kelak ketika pulang.

Saya lihat dia mulai sadar bahwa tidak mungkin memaksa orang asing untuk mengikuti keinginannya. Saya pun sadar bahwa saya terlalu berlebihan menanggapi orang mesir tadi sehingga membuatnya salah tingkah. Kejadian seperti ini pernah saya alami di tahun pertama saya di mesir. Seorang mesir menegur saya karena berbahasa indonesia, saya pun menerima teguran itu tanpa sedikit membantah, tapi kali ini saya ingin beradu argumen.

Terlepas dari itu, seharusnya saya berterima kasih karena dia telah mengingatkan saya. Mungkin dia resah melihat banyak fenomena orang asing di mesir yang tidak bisa berbahasa arab, tentu menyedihkan karena mereka di negara arab.
More...

Read more...

Ujian Dari Allah

>> Agustus 07, 2011

Hidup adalah ujian, siapa yang mau hidup dia harus siap menghadapi ujian. Allah menguji semua hambanya, tujuan ujian ini tak lain adalah untuk meningkatkan tingkat keimanan hambanya, pakah dia layak menjadi muslim yang taat. ujian pun bermacam macam. Al qur'an memberi gambaran yang artinya Allah menguji hambanya dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan dan kematian. Semua jenis itu biasa kita sebut musibah tetapi hanya sedikit dari mereka yang menginsyafi musibah ini dan sedikit dari mereka yang bisa lulus.

Kemarin, teman saya diuji oleh Allah, pas di bulan ramadhan lagi sehingga efeknya secara psikologis juga sangat berat. Dia menabrak mobil tetangga sehingga harus mengganti kerusakan sebesar 40 juta. Jumlah yang sangat besar untuk ukuran mahasiswa Indonesia di Mesir, apalagi tidak semua dari kita disini adalah golongan orang kaya. tapi inilah ujian dari allah.

Seorang yang kurang imannya akan langsung menyerah dan menyalahkan orang lain tanpa merasa ini ujian dari Allah. Tidak ada segala sesuatu yang terjadi di dunia ini termasuk jatuhnya dedaunan kecuali atas ijinNya. Beruntung teman saya ini adalah seorang muslim yang taat beragama, belasan tahun dia mengenyam pendidikan agama sehingga dia pun tahu apa yang harus dilakukan.

Saya juga pernah mengalami musibah di mesir meski tidak seberat teman saya itu. Pertama kali rumah saya kecurian, semua barang berharga seperti hape, layar lcd, laptop, printer dan uang diambil pencuri. Saya sedih, saya langsung memohon ampun kepada allah dan bersabar. Bagaimana tidak, rumah sebelum kita tinggal pergi, selalu kita kunci dan lebih dari itu kita selalu berinteraksi baik dengan tetangga. Tapi memang ini sudah menjadi kehendakNya.

Beberapa bulan kemudian, saya tertimpa musibah lagi. Peristiwa ini sangat spesial pertama karena terjadi ketika masa ujian termin II di al azhar dan dari 6 orang serumah hanya saya yang kecurian. 1 buah hape saya digondol maling, untungnya laptop di kamar tidak sempat diambil karena saya langsung memergokinnya. Rumah ketika itu sudah dikunci, tapi namanya juga maling, dia bisa lewat jendela meski rumah saya lantai 3 atau sekitar 10 meter dari tanah. Bisa dibayangkan betapa nekatnya maling itu.

Peristiwa lain seperti mobil diserempet sehingga bemper penyok, lalu kaca spion pecah juga pernah saya alami. saya pun harus menanggung biaya perbaikan yang lumayan banyak apalagi itu mobil nyewa.

Semua peristiwa itu benar benar saya insyafi, saya langsung ingat Allah, memohon ampun padaNya dan bersabar karena pada saat itulah ditampakkan wujud hakiki manusia. Manusia yang selalu lupa jika diberi kenikmatan dan mengeluh jika diberi ujian.

Dari semua peristiwa itu baik yang saya alami maupun yang menimpa teman saya, bisa diambil hikmah, minimal bagaimana cara mengatasi ujian. Pertama yaitu kita harus sabar, segera sadar bahwa ini adalah peringatan dan ujian dari Allah, dan yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya.

Langkah kedua adalah berusaha. Usaha saya ketika kecurian adalah segera lapor polisi, di sana saya minta mahdor [berita acara] agar polisi meningkatkan keamanannya disekitar rumah saya. Kemudian lebih berhati hati lagi terutama ketika bepergian atau tidur, selalu mengecek jendela dan pintu rumah. kejahatan tidak terjadi hanya karena adanya niat pelaku tapi adanya kesempatan. Menutup setiap celah adalah langkah terbaik menghindari musibah.

Dan langkah terakhir adalah tawakal. Tawakal disini tidak dimaknai sebagai sikap fatalis yang hanya menerima saja tetapi adalah puncak usaha setelah berusaha dan berdoa. Jika tiga langkah ini telah dilakukan tetapi tetap saja terjadi maka itu murni ujian dari allah. Ibarat kita melihat anak kecil yang lucu dan imut akan mengundang orang yang melihatnya untuk sekedar mencubit pipinnya sebagai rasa sayang, demikian juga Allah. Maka berbaik sangkalah pada Tuhan Yang Maha Kuasa.
More...

Read more...

Taufieq Poenya made by AllBlogTools.com